Sebuah kapal yang akan berlayar pasti membutuhkan petunjuk arah. Namun tak kalah pentingnya adalah selalu mengetahui posisi yang benar ketika di lautan lepas. Karena sedikit kekeliruan membuat kapal tersesat dan kehilangan arah. Demikian halnya kehidupan kita. Secara berkala kita perlu evaluasi. Ada banyak peristiwa di mana kita harus belajar dan membiasakan introspeksi diri. Bercermin untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan pribadi, agar dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Introspeksi diri sangat diperlukan karena : Proses tidak selalu berjalan konstan. Pengalaman yang serupa tidak selalu memberi hasil yang sama. Selalu ada keterbatasan dan perbedaan sudut pandang. Tiap masalah memiliki titik kritis tersendiri.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Hasry(59):18).

Melalui introspeksi diri kita akan mampu menemukan makna dari setiap tujuan yang kita miliki dan akan semakin memastikan, apakah tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya sudah terarah atau belum.

Karena Sering kita melihat kesalahan orang lain bahkan mengkritik kesalahan yang dibuat orang lain, sadarkah kita bahwa kita pun sering berbuat salah, melalu cara intropeksi diri sendiri kita dapat memahami kekurangan dan kelebihan yang kita miliki.

Orang yang senantiasa mengoreksi dirinya, dia akan banyak memiliki kebaikan dan sedikit keburukan. Dia akan datang menemui Rabbnya dalam keadaan ridha dan diridhai, dia akan dimasukkan ke dalam surga bersama para nabi, shiddiqin, para syuhada, orang-orang shaleh, dan mereka itulah sebaik-baik teman. Oleh karena itu wahai saudaraku, hendaklah kita mengoreksi diri, bermuhasabah, dalam setiap kalimat yang kita ucapkan. Karena Allah berfirman,

”Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.” (QS.Al-Ghasiyah( 88): 25-26).

Hitunglah dosa kita, selagi masih bisa melakukan. Semasa nafas masih dikandung badan. Menghitung bukan untuk kesombongan dan merasa diri lebih baik dan suci dari orang lain. Namun, untuk memperbaiki diri terus menerus agar menjadi hamba yang mutaqqin. Untuk mengintrospeksi diri tiada henti, agar benar ucapan kita dalam sholat, bahwa hidupku matiku, hanya untuk Allah.

“Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya”.(QS.Al-Furqon(25):71)

Untuk menyelamatkan diri kita agar tidak semakin dalam terjerumus dosa dan kemaksiatan. Sesungguhnya perbuatan dosa ada dalam ranah pilihan manusia. Kemaksiatan ada dalam wilayah kekuasaan manusia. Manusia bebas memilih. Tak pernah Allah menciptakan manusia sebagai seorang pendosa, pelacur, koruptor, penjudi, artis pengumbar aurat dan lain lain. Tetapi manusia sendirilah yang mendholimi diri sendiri dengan memilih jalan yang salah.

“Hai orang-orang yang beriman , bertaubatlah kepada Allah dengan taubat semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surge yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, “Ya tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS.Tahriim ayat 8).

Bukankah Allah telah berfirman, telah Kutunjukkan dua buah jalan. Jalan kebenaran dan kemaksiatan. Telah disediakanNya pula dua tempat, Syurga dan Neraka. Kita bebas menentukan pilihan. Silakan pilih yang mana. Semua terserah kita. Wallahu’alam.

“Wahai orang-orang yang beriman ! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih.?, (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan itu berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, dan ketempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga “adn itulah kemenangan yang agung (QS.As-Saff ayat 11, 12, 13).”